PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN METABOLIT PRIMER TANAMAN SELEDRI (Apium graveolens L) DENGAN PUPUK NITROGEN DAN INTENSITAS CAHAYA

Agus Suyanto, Agnes Tutik Purwani Irianti

Sari


Based on the results of pharmacological analysis on the plant Celery (Apium graveolens L) found that almost all parts of the plant has the property as a drug of the compounds they contain. These compounds are either directly involved in metabolism (primary) and not directly involved (secondary). Secondary metabolic concentration in celery plant is influenced by primary metabolic content such as protein. The purpose of this research is to know the combination of dosage of Nitrogen fertilizer and the intensity of light to produce growth and high primary metabolic composition in celery plant. The research will be carried out in the Faculty of Agriculture Universitas Panca Bhakti Pontianak Jl Kom Yos Sudarso Pontianak. The research was conducted from June 24, 2013 and is expected to be completed on November 22, 2013. The research used the design of Completely Randomized Design (RAL) with Split Plot Design pattern. Treatment of light intensity level received by plants as main plot and treatment of Nitrogen fertilization dosage as sub plot. The variables observed in this study include growth variables (height, number of leaves, number of seedlings, root volume), yield variables (fresh weight of the plant) and the content of primary metabolic compounds and environmental factors. The observation data will be analyzed using variance analysis with advanced test of real difference honesty at 95% confidence level. The result of the diversity analysis on the growth variable and the primary metabolite content is significantly influenced by the intensity of light, while the dose of nitrogen fertilizer given and the interaction between the dosage of nitrogen fertilizer and the intensity difference are not significantly influenced. 50% intensity treatment gave the best results in celery plants both on growth and the content of the metabolites they contained when compared to 100% and 25% intensity levels.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Afriana, M. 2003. Studi Karakter Morfologi dan Anatomi Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merr) pada Beberapa Taraf Naungan Buatan. Fakultas Pertanian, IPB. Bogor.

Agustina, L. 2004. Dasar Nutrisi Tanaman. Rineka Cipta, Jakarta.

Baharrsjah. J.S. 1980. Pengaruh Naungan Pada Berbagai Tahap Perkembangan dan Populasi Tanaman Terhadap Pertumbuhan. Bogor: Pasca Sarjana IPB.

Budiani A. 1989. Ekstraksi Protein dan Isoenzim Esterase dari Daun Kopi. Jurnal Menara Perkebunan. 57(4):94-98

Dalimartha. S. 2000. Atlas Tumbuhan Obat Jilid ke 2. Trubus Agriwidya. Jakarta.

Elfarisna. 2000. Adaptasi Kedelai terhadap Naungan: Studi Morfologi dan Anatomi. Tesis, Program Pasca Sarjana IPB. Bogor.

Fitriyeni S. 2003. Pemisahan Flavonoid Dari Daun Wunggu (Graptopphylum pictum L. Griff). Skripsi. Bogor. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Institut Pertanian Bogor.

Hardjowigeno S. 1987. Ilmu Tanah. Akademika Pressindo. Jakarta.

Harjadi, S. S. 1989. Dasar-dasar Hortikultura. Jurusan Budidaya Pertanian Faperta, IPB. Bogor.

Hermawan E. 2005. Pengaruh Pemupukan Nitrogen dan Fosfor Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Herba Seledri. Skripsi. Bogor : Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Lingga. P. 1986. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya. Jakarta.

Napitupulu, L. 2003. Pengaruh Aplikasi Pupuk Daun dalam Sumber Nutrisi Berbeda pada Teknologi Hidroponik Sistem Terapung Tanaman Selada (Lactuca sativa L. var. Grand Rapids). Fakultas pertanian IPB, Bogor.

Novizan. 2002. Petunjuk Pemupukan Yang Efektif. Jakarta. Agro Media Pustaka. Dalam Ana Sya’bana. 2005

Nurshanti. D.F. 2004. Pertumbuhan Umbi Iles-Iles pada Beberapa Taraf Naungan dan Berat Umbi. Tesis S2 (tidak Dipublikasikan). Palembang : Pasca Sarjana Universitas Sriwijaya. Palembang.

Nurhidayah A. 2005. Pengaruh Salinitas dan Masa Panen Terhadap Kandungan Diomisin Pada Tanaman Seledri. Skripsi. Bogor. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Institut Pertanian Bogor.

Orton, T. J. 1984. Celery. p 240-265. In W. R. Sharp, D. A. Evans, P. V. Ammirato, and Y. Yamada (Eds). Handbook of Plant Cell Culture. Volume II. Mc Millan Publishing Co., New York.

Reginawanti. 1999. Seledri (Apium graveolens).

http:/www.kpel.or.id/TTGP/komoditi/SELEDRI 1. Htm (25 Februari 2013).

Reiley, H. E. and C. L. Shry, Jr. 1991. Introductory Horticulture, fourth edition. Delmar Publ, Inc. Newyork. 562 p.

Rubatzky, V. E. dan M. Yamaguchi. 1998. Sayuran Dunia 2. Penerbit: ITB, Bandung.

Rusyiansyah, D. T. 2004. Pengaruh Nitrogen terhadap Produksi Herba dan Kandungan Fitokimia Tanaman Seledri. Fakultas Pertanian IPB. Bogor.

Salisbury, F. B. dan C. W. Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan. Penerbit: ITB, Bandung.

Siemonsma J.S. Pileuk K. 1994. Plant Resource of South Asia 8 Vegetable. Bogor. Proses Foundation.

Soewito, D. S. 1989. Bercocok Tanam Seledri. CV. Titik Terang. Jakarta.

Soepardi. G. 1983. Sifat dan Ciri Tanah. Departemen Ilmu Tanah. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.

Sutrisna, N. S. Sastraatmadja dan I. Ishaq. 2005. Kajian Sistem Penanaman Tumpansari Kentang dan Seledri di Lahan Dataran Tinggi Rancali, Kabupaten Bandung. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol. 8. No.1, Maret 2005.

Susiarti, S. and J. S. Siemonsma. 1994. Celery. p 86-89. In Siemonsma, J. S. and K. Piluek (Eds). Plant Resources of South-East Asia 8 Vegetables. Prosea Foundation. Bogor..

Subhan. 1995. Pengaruh Naungan Plastik dan Tumpangsari Tanaman Tembakau terhadap Hasil Kubis di Dataran Rendah. Prosiding Seminar Ilmiah Nasional Komoditas Sayuran; Lembang, 24 Oktober 1995. Lembang: Balai Penelitian Sayuran; 1995.

Sukaesih, E. 2002. Studi Karakter Iklim Mikro pada Berbagai Tingkat Naungan Pohon Karet dan Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan 20 Genotipe Kedelai (Glycine max (L) Merr.). Departemen Budi Daya. Fakultas Pertanian. IPB. Bogor.

Sunarjono 2003. Bertanam 30 Jenis Sayur. Jakarta. Penebar Swadaya.

Sutapraja, H. danU. Sumpena. 1996. Pengaruh konsentrasi dan frekuensi aplikasi pupuk daun complesol cair terhadap pertumbuhan dan hasil kubis kultivar victory. J. Hort. 5(5):51-55.

Sutedjo, M. M. 1994. Pupuk dan Cara Pemupukan. PT. Rineka Cipta, Jakarta.

Syafri edy dan Julistia Bobihae. 2010. Budidaya Tanaman Sayuran. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi. Jambi.

Taiz, L. and E. Zeiger. 1991. Plant Physiology. The Benjamin/Cummings pub. Co., Inc. California.

Turan M. Sezen Y. 2003. Effect of Salt Stress on plant Nutrition Uptake. Experimental Botany Journal. 54 (392) : 2553 – 2562.

Widiastoety, D. dan F. A. Bahar. 2005. Pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan anggrek dendrobium. J. Hort. 5(4):72-75.

Widiastoety, D., W. Prasetio dan N. Solvia. 2000. Pengaruh Naungan Terhadap Produksi Tiga Kultivar Bunga Anggrek Dendrobium. J. Hort. 9(4):302-306.